Antara Ustadz Usamah Mahri dan Pemerintah
Berikut ini adalah sebuah tulisan yang telah ditampilkan di channel telegram Meluruskan Tuduhan pada 29 Dzulhijjah 1444 / 17 Juli 2023. Tulisan ini menjelasakan
Antara Ustadz Usamah Mahri dan Pemerintah
(Bagian Pertama)
Diantara kejanggalan dalam fitnah ini adalah munculnya berbagai tuduhan keji yang dialamatkan kepada Ma’had Minhajul Atsar Jember dalam upayanya menjalankan anjuran dan arahan pemerintah lndonesia (prokes) dalam menanggulangi wabah covid 19.
Tuduhan keji tersebut bukannya muncul dan bersumber dari musuh-musuh dakwah ahlus sunnah di lndonesia, namun justru muncul dan disebarluaskan secara masif -dari majelis ke majelis serta mulut ke mulut- oleh asatidzah jumhur tanpa mau sedikit pun bertatsabbut dan mempelajari hakikat sebenarnya dari upaya yang dilakukan oleh Ma’had Minhajul Atsar Jember ketika itu. Betapa ironisnya…
Di antara asatidzah tersebut adalah Ustadz Usamah Mahri hafizhahullah. Beliau berkata,
“Sebagai bahan untuk menyampaikan ke mereka, satgas covid sana, ikhwah pengurus sana, asatidzahnya bahwa
YANG ANTUM LAKUKAN ITU NDAK BENER!!!…
OVER..!!!
BERLEBIHAN ANTUM…!!
SAMPE’ MENGAKIBATKAN INI…”
-selesai penukilan-
Demikian rangkaian kalimat dari Ustadz Usamah Mahri yang berisi vonis-vonis sepihak dan kedustaan yang terlontar dari lisan beliau terhadap Ma’had Minhajul Atsar Jember dalam sebuah majelis bersama para pengajar Ma’had As Sunnah Junrejo Batu 9 Shafar 1442 H / 27 September 2020 M, alias kurang lebih sebulan sebelum audio “Luwih Gate”.
Dua Hal Penting Perlu Dicermati
- Kami katakan “vonis-vonis sepihak”, karena Ustadz Usamah dan keumuman Asatidzah tidak berupaya melakukan tatsabbut secara arif dan bijak tentang:a. Kepastian validitas isu-isu yang beliau terima dan terlanjur beliau sampaikan kepada umat sehingga menimbulkan kegaduhan di tengah salafiyin secara nasional.b. Kepastian hukum syar’i dan manhaj dalam pandangan ulama ahlussunah tentang hal-hal yang diisukan.
c. Kepastian hukumnya dalam pandangan pemerintah dan regulasi-regulasi yang diterbitkannya.
- Kami katakan bahwa itu adalah “kedustaan“,
karena disamping isu-isu tersebut telah banyak dibubuhi kedustaan, juga karena Ustadz Usamah dan sejumlah Asatidzah lainnya telah bermudah-mudahan menyebarluaskannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,كفى بالمرء كذبًا أن يحدِّث بكلِّ ما سمع (رواه مسلم)
“Cukuplah seseorang dikatakan berdusta ketika dia menyampaikan setiap berita yang dia dengar.” (HR. Muslim)
Begitu mudahnya lisan beliau melontarkan tuduhan keji kepada saudaranya sendiri sesama ahlus sunnah dalam sebuah permasalahan baru yang melanda dunia, dalam kondisi beliau dan Asatidzah sama sekali bukan pihak yang berkompeten dalam permasalahan besar seperti ini. Sungguh hal ini mengingatkan kita kepada sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam,
إذَا وُسِّدَ الأمْرُ إلى غيرِ أهْلِهِ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ (رواه البخاري)
“Jika sebuah urusan diserahkan kepada selain ahlinya maka tunggulah waktu kiamat tiba.” (HR. Al Bukhari)
Antara Ustadz Usamah Mahri dan Pemerintah
(Bagian Kedua)
Kami pun sangat meyakini bahwa Ustadz Usamah Mahri bukanlah orang yang tidak mengetahui tafsir dari firman Allah Ta’ala,
{ وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا }
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (Al lsra: 36)
Semoga Allah melindungi kita semua dari ilmu yang tidak bermanfaat
lmam Ath Thabari rahimahullah berkata dalam tafsirnya,
وأولى الأقوال في ذلك بالصواب قول من قال: معنى ذلك: لا تقل للناس وفيهم ما لا علم لك به، فترميهم بالباطل، وتشهد عليهم بغير الحقّ
“Dan pendapat yang paling menepati kebenaran dalam tafsir ayat tersebut adalah pendapat yang mengatakan bahwa maknanya yaitu: janganlah engkau menyampaikan kepada manusia dan (berbicara tentang) keadaan mereka apa yang engkau tidak mengilmuinya, akibatnya engkau menuduh mereka dengan tuduhan batil dan membuat persaksian tentang mereka tanpa dasar yang benar.”
Sangat dikhawatirkan, karena dorongan kebencian atau Hudzudzun Nafs Ustadz Usamah terjatuh dalam sikap abai terhadap salah satu manhaj pokok ahlus sunnah yang sudah beliau ketahui, yaitu prinsip mengembalikan perkara umat kepada Ulil Amri; para ulama dan pemerintah, serta tidak terburu-buru menyampaikannya kepada umat. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam kalam ilahi,
{ وَإِذَا جَاۤءَهُمۡ أَمۡرࣱ مِّنَ ٱلۡأَمۡنِ أَوِ ٱلۡخَوۡفِ أَذَاعُوا۟ بِهِۦۖ وَلَوۡ رَدُّوهُ إِلَى ٱلرَّسُولِ وَإِلَىٰۤ أُو۟لِی ٱلۡأَمۡرِ مِنۡهُمۡ لَعَلِمَهُ ٱلَّذِینَ یَسۡتَنۢبِطُونَهُۥ مِنۡهُمۡۗ وَلَوۡلَا فَضۡلُ ٱللَّهِ عَلَیۡكُمۡ وَرَحۡمَتُهُۥ لَٱتَّبَعۡتُمُ ٱلشَّیۡطَـٰنَ إِلَّا قَلِیلࣰا }
“Dan apabila sampai kepada mereka suatu berita tentang keamanan ketakutan, mereka langsung menyiarkannya. (Padahal) apabila mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya (secara resmi) dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Sekiranya bukan karena karunia dan rahmat Allah kepada kalian, tentulah kalian mengikut setan, kecuali sebagian kecil saja (di antara kalian).” (Surat An-Nisa’: 83)
Berikut perbandingan antara tuduhan dan vonis Ustadz Usamah Mahri hafizhahullah dengan kesimpulan dan jawaban dari Dinas Kesehatan Jawa Timur (sebagai salah satu pihak yang berkompeten dalam permasalahan prokes penanggulangan covid 19).

Para pembaca mari kita perhatikan dengan seksama dan teriring ketaqwaan:
Ustadz Usamah Mahri sebagai pihak yang tidak berkompeten -karena beliau bukan ulama dan bukan pemerintah-, telah memvonis dengan nada yang cukup provokatif dan dapat menimbulkan kebencian dan permusuhan, bahwa langkah-langkah Ma’had Minhajul Atsar adalah,
- Over!!
- Tidak benar!!
- Berlebihan!!
Sementara pemerintah sebagai pihak yang berkompeten:
- Menilainya sebagai langkah yang benar dan diperbolehkan sebagai bentuk kebijakan pengurus ponpes.
- Pemerintah mengucapakan terima kasih atas sistem pelaksanaan prokes covid 19 di Ma’had Minhajul Atsar yang tertutup dari interaksi orang luar/tidak ada atau sangat minim orang keluar masuk (lingkungan homogen).
- Pemerintah mendukung pelaksanaan prokes covid 19 di lingkungan Ma’had Minhajul Atsar dan memohon agar bersabar dan terus berusaha terbaik teriring doa.
Sungguh sangat berbeda jauh antara ucapan Ustadz Usamah Mahri yang cenderung memanaskan suasana dengan tanggapan dan arahan Pemerintah yang ilmiah dan menyejukkan.