Hakikat Artikel Dengan Covid Ekonomi Meningkat
Telah kita ketahui bersama bahwasanya channel jursela merupakan salah satu channel fitnah pengadu domba yang telah ditahdzir ulama besar. Silakan baca kembali Washaya para ulama kibar yang disampaikan pada tanggal 10 Rajab 1442 / 21 Februari 2021 pada link berikut:
🔗 Wasiat Ulama Kibar Untuk Salafiyyin di Negeri Indonesia
Bahkan secara khusus asy-Syaikh al-‘Allamah Abdullah al-Bukhari hafizhahullah meminta Asatidzah untuk menjelaskan dan memperingatkan secara terbuka kepada salafiyin tentang channel-channel fitnah tersebut, sayangnya asatidzah tidak menyambut dengan segera nasihat dan permintaan ulama.
Untuk mendengarkan audio nasihat asy-Syaikh al-‘Allamah Abdullah al-Bukhari hafizhahullah, silakan menuju link berikut:
Tentunya hal ini seharusnya menjadikan seorang salafy mawas diri terhadap isi channel tersebut.
Sebuah channel yang banyak berisi syubhat dan tuduhan dusta terhadap pihak Ustadz Luqman Ba’abduh dan yang bersamanya. Di antaranya yaitu permasalahan terkait artikel yang diterbitkan oleh Ma’had Minhajul Atsar Jember yang berjudul “BERARTI DENGAN COVID, EKONOMI JADI MENINGKAT!”. Untuk membaca artikel lengkapnya silakan menuju link sumber berikut:
🔗 https://t.me/InfoMahadJember/3700
Para pembaca yang semoga dimuliakan Allah, disini setidaknya ada 2 hal penting yang disembunyikan oleh channel jursela ketika membantah artikel tersebut. Sebelum kami sebutkan 2 hal tersebut, penting kita ingat bersama firman Allah,
{ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوۤا۟ إِن جَاۤءَكُمۡ فَاسِقُۢ بِنَبَإࣲ فَتَبَیَّنُوۤا۟ أَن تُصِيبُوا قَوۡمَۢا بِجَهَـٰلَةࣲ فَتُصۡبِحُوا۟ عَلَىٰ مَا فَعَلۡتُمۡ نَـٰدِمِینَ }
“Wahai orang-orang yang beriman, jika seorang fasik datang kepada kalian membawa berita penting, maka telitilah kebenarannya agar kalian tidak mencelakakan suatu kaum karena ketidaktahuan kalian yang berakibat kalian menyesali perbuatan kalian itu.” (al-Hujurat: 6)
Dua hal yang disembunyikan oleh channel jursela terkait dengan tulisan tersebut, yaitu:
- Tidak ditampakkannya bagian isi dari judul tersebut, dimana isi artikel secara jelas menyebutkan bahwa judul artikel merupakan penggalan ucapan kapten Cba Sardi Danramil tempat Ma’had Minhajul Atsar (MMA) Jember berada. Pihak Jursela secara culas hanya menampilkan potongan judul artikel tanpa sedikitpun menampakan isi artikel untuk kemudian menisbatkan ucapan tersebut kepada pihak MMA Jember.
- Judul tersebut hakikatnya merupakan bagian dari rangkaian komentar Kapten Cba Sardi atas bertambah dan meningkatnya jumlah sapi kurban tahun 2020 di MMA Jember dibanding tahun sebelum terjadinya covid. Hal ini secara jelas tercantum dalam isi artikel tersebut. (Disini letak culasnya pihak jursela yang tidak berani menampilkan isi artikel tersebut), silakan buka artikel lengkapnya pada link berikut:
🔗 https://t.me/InfoMahadJember/3700
Maka secara jelas bahwa judul artikel ditujukan untuk jumlah sapi kurban MMA Jember ketika itu dan bukan mewakili atau berbicara tentang kondisi perekonomian lndonesia secara umum di kala itu.
Hal ini bukanlah suatu perkara yang aneh, ketika banyak dari masyarakat lndonesia yang terdampak pandemi COVID-19, ada beberapa barang atau komoditi yang mengalami peningkatan signifikan di masa pandemi covid 19, seperti penjualan masker, obat herbal dan sebagainya. Pada tulisan kali ini kami tampilkan satu contoh terkait hal itu yang bisa dibaca oleh kita semua pada link berikut:
Di dalam tulisan tersebut, pihak BPOM menyatakan, “Selama masa pandemi COVID-19, kebutuhan akan jamu melonjak seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya meningkatkan imunitas tubuh. Peningkatan demand jamu ini menjadi peluang untuk pengembangan produk herbal/jamu Indonesia yang memenuhi persyaratan keamanan, mutu, label dan iklan.”

Beberapa contoh lainnya tentang adanya peningkatan ekonomi dari beberapa bidang atau komoditi pada masa pandemi COVID-19 juga dapat dilihat di beberapa situs resmi pemerintah berikut ini:
- https://www.pertanian.go.id/home/?show=news&act=view&id=4394
- https://www.pertanian.go.id/home/?show=news&act=view&id=4382
- https://kotabogor.go.id/index.php/show_post/detail/100935/bima-arya-bangga-manuver-bisnis-esteh-indonesia-di-tengah-pandemi
- https://www.bandung.go.id/news/read/7370/di-masa-pandemi-pertumbuhan-ekonomi-kota-bandung-naik-3-76-persen4
- https://mediacenter.batam.go.id/2022/09/01/ekonomi-meningkat-walau-pandemi-batam-menjadi-kota-pengamat-urban-20-u20-mayors-summit-2022/5
Sekedar menguatkan pernyataan dari situs resmi pemerintah di atas, berikut ini terdapat beberapa pernyataan dari media massa dan selainnya:
- https://www.berazam.com/read-129577-2021-08-12-~mengais~-rezeki-di-tengah-covid19-mbok-nur-kebanjiran-pelanggan.html#sthash.jPuNjf5o.dpbs
- https://radarjogja.jawapos.com/purworejo/2020/11/06/geliat-pengerajin-bagus-setiyono-di-tengah-pandemi-covid-19/
- https://www.jurnal.id/id/blog/ini-5-sektor-bisnis-tahan-krisis-saat-pandemi-covid-19/
Channel jursela di hari-hari itu bahkan memuat tulisan berseri untuk membantah tulisan dari Ma’had Minhajul Atsar tersebut. Padahal, sumber pernyataan yang dimuat dalam tulisan Ma’had Minhajul Atsar itu adalah sebuah ungkapan dari salah satu aparatur pemerintah, yaitu Danramil Sumbersari waktu itu yang bisa dimaknakan atau bertujuan memberikan motivasi dan semangat dalam menghadapi Covid-19. Tapi, channel jursela justru membantah pernyataan aparatur pemerintah tersebut dan menggiring opini seakan-akan hal itu salah. Tidak cukup hanya di situ, bahkan channel jursela membesar-besarkan masalah dan menggambarkan hal ini dengan penggambaran yang seram, seakan-akan itu adalah kesalahan yang fatal dan bertentangan dengan pemerintah.
Hal ini menjadi gambaran nyata dari kondisi Channel Jursela yang telah ditahdzir oleh Ulama Kibar ahlus sunnah di zaman ini ( Wasiat Ulama Kibar Untuk Salafiyyin di Negeri Indonesia ). Namun, sayangnya Ustadz Ahmad Khadim menggunakan tulisan dari Channel Jursela sebagai sumber rujukan dalam salah satu postingannya. Lihat kembali artikel berikut:
🔗 Bimbingan Ustadz Ahmad Khadim Bersumber dari Channel Fitnah Provokator