Kronologi

Bimbingan Ustadz Ahmad Khadim Bersumber dari Channel Fitnah Provokator

Mungkin ada yang beranggapan bahwa terjadi dua postingan serupa antara Ustadz Ahmad Khadim di grup WhatsApp “al-Qalam” dan channel fitnah Jursela hanya sebuah kebetulan semata. Kenyataannya, kejanggalan tentang hubungan beliau dengan channel fitnah Jursela tidak terjadi hanya sekali.

Pada waktu lain, Ustadz Ahmad Khadim mengirimkan postingan di sebuah grup yang beliau bimbing, yaitu grup Muamalah KHAS (khusus Admin Salafy) yang berisi para admin media dakwah salafiyin di berbagai channel telegram dan grup whatsapp. Tentunya, postingan tersebut merupakan bentuk bimbingan dari Ustadz Ahmad Khadim kepada ikhwah dalam grup. Namun, hal yang menyedihkan adalah bimbingan tersebut kembali terkait dan bahkan bersumber dari channel fitnah provokator Jursela yang selama ini telah memprovokasi salafiyin untuk saling berpecah.

Dinasihati Namun Tidak Mau Menerima Nasihat

Ketika salah seorang ikhwan mengingatkan beliau tentang sumber postingan tersebut, beliau tidak langsung rujuk dan berterima kasih kepada ikhwan yang mengingatkan, Ustadz Ahmad Khadim justru berusaha mengelak dengan mengatakan bahwa postingan itu bukan berasal dari channel fitnah Jursela, melainkan murni dari situs resmi pemerintah.

Padahal tidaklah sulit untuk membuktikan bahwa postingan Ustadz Ahmad Khadim benar-benar berasal dari channel fitnah provokator.

Semoga Allah menjauhkan kita semua dari sifat dusta.

إنه ولي ذلك والقادر عليه وإليه المصير

 

Kenyataan Pahit Yang Harus Disampaikan: Ada Hubungan Apa Antara Ustadz Ahmad Khadim Dengan Channel Fitnah Jursela?

Sudah tidak asing lagi bagi salafiyin yang bersama ulama dan selalu mengikuti bimbingan mereka, salah satu nasihat berharga Syaikh Abdullah al-Bukhari hafizhahullah yang beliau sampaikan dalam audio nasihat kepada Asatidzah dan Thullabul Ilmi di Indonesia pada tanggal 4 Syawwal 1442 H/16 Mei 2021 M, yaitu:

لو لم يجدوا مجالا أو مكانا من بعض الناس ما تكلموا ولا تجرؤوا

“Kalau seandainya mereka (para provokator/channel majhul tersebut, pen) tidak mendapatkan kesempatan atau peluang (dukungan) dari sebagian orang niscaya mereka (para provokator/channel-channel majhul itu) tidak akan berani berbicara dan tidak akan lancang”.

Berdasarkan uraian sebelumnya dari fakta yang terjadi, ada beberapa poin penting yang perlu dicermati oleh para pembaca sekalian, antara lain:

  1. Pada tanggal 9 Agustus 2020, Ustadz Ahmad Khadim telah mengirim sebuah artikel tanpa nama penulisnya alias majhul yang bernada provokatif serta berpotensi memanaskan suasana dan memecah-belah persatuan salafiyin di Indonesia ke grup whatsapp “al-Qalam” sebagaimana data yang sudah disebutkan sebelumnya. Tidak menutup kemungkinan Ustadz Ahmad Khadim telah mengirimkannya pula kepada pihak-pihak tertentu baik ke grup ataupun secara japri, hanya Allah Yang Maha Mengetahui. Artikel tersebut tidak lain terkait dengan pengingkaran terhadap tulisan dari pihak MMA Jember yang berjudul “BERARTI DENGAN COVID EKONOMI JADI MENINGKAT.”

    Sisi provokasi yang digencarkan dalam artikel tersebut adalah bahwa dengan tulisan tersebut berarti MMA telah menyelisihi pemerintah dan menyebarkan hoaks. Padahal tulisan MMA yang diingkari itu sebenarnya hanya mengutip pernyataan dan kesimpulan Danramil Kecamatan Sumbersari tentang kondisi khusus yang dialami oleh MMA Jember pada Hari Raya Qurban tahun 2020, yang menunjukkan peningkatan jumlah sapi Qurban dibandingkan pada tahun sebelumnya.

  2. Tanpa disangka, berselang empat hari, tepatnya tanggal 13 Agustus 2020 tiba-tiba artikel majhul mirip dengan yang diposting oleh Ustadz Ahmad Khadim tersebut muncul di channel Jursela.

Terkait dengan artikel majhul provokatif yang berpotensi memecah-belah persatuan salafiyin di Indonesia itu, ternyata memiliki kesamaan yang sangat erat antara postingan Ustadz Ahmad Khadim di grup whatsapp “al-Qalam” dan postingan serupa di channel Jursela yang muncul dalam waktu yang berdekatan. Kesamaan tersebut bisa dilihat baik dari sisi:

  • jenis artikel yang provokatif,
  • kesamaan kata kunci,
  • kesamaan link referensi yang digunakan oleh masing-masing.

Tentu hal ini merupakan sebuah kejanggalan dan pertanyaan besar yang harus dijawab oleh Ustadz Ahmad Khadim, yaitu:

  1. Siapa sebenarnya penulis dua artikel yang sangat mirip tersebut?
  2. Jika artikel yang di grup al-Qalam adalah tulisan Ustadz Ahmad Khadim – semoga bukan – kemudian tulisan di channel fitnah adalah tulisan Ghaughaiyyun, bagaimana mungkin hal itu dapat terjadi secara kebetulan jika tidak ada hubungan antara keduanya? Baik hubungan koordinasi atau hubungan perkawanan atau setidaknya hubungan emosional dan kesamaan misi?!
  3. Jika artikel provokatif tersebut bukan tulisan Ustadz Ahmad Khadim, maka siapakah yang memberikan postingan provokatif yang sangat mirip dengan postingan channel fitnah tersebut kepada Ustadz Ahmad Khadim?
  4. Ada hubungan apa antara Ustadz Ahmad Khadim dengan channel Jursela dan orang-orang yang berkolaborasi dengan channel tersebut?
  5. Adakah upaya dari Ustadz Ahmad Khadim sebagai ‘salah satu Ustadz Kibar’ menasihati atau mencegah penulis atau admin channel fitnah Jursela agar tidak mempublikasikan artikel provokatif tersebut karena dapat menimbulkan perpecahan salafiyin, ataukah justru beliau menyetujui artikel tersebut dan mendukungnya?

Kami menunggu jawaban dari Asatidzah, terkhusus Ustadz Ahmad Khadim secara langsung terhadap semua pertanyaan di atas.

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button