Sungguh Ironis, Salah Satu Sosok dari “Sebagian Orang” Ternyata Seseorang yang Selama Ini Dianggap Sebagai Ustadz Kibar
Fakta berikut ini, insyaAllah akan menguak hubungan terselubung asatidzah dengan channel fitnah serta peluang dan kesempatan yang mereka berikan sekaligus membantah alasan tidak mengenal para ghaughaiyyun (provokator) yang telah memprovokasi salafiyin untuk berpecah dan saling bermusuhan.
Sebagaimana layaknya tujuan dari sebuah channel fitnah yaitu untuk menyebarkan informasi yang menyesatkan, memprovokasi, atau menciptakan konflik di tengah komunitas tertentu. Mereka sering memanipulasi persepsi umat atau memengaruhi opini publik sesuai dengan agenda mereka. Sehingga penting untuk berhati-hati dalam mengonsumsi konten dari channel seperti itu dan selalu memverifikasi informasi sebelum mengambil kesimpulan.
Pada tanggal 13 Agustus 2020, channel fitnah Jursela memposting sebuah artikel untuk memengaruhi opini publik bahwa MMA Jember telah menyelisihi pemerintah dan menyebarkan hoaks.
Hal itu mereka lakukan terhadap sebuah tulisan dari pihak pondok Jember yang berjudul “BERARTI DENGAN COVID EKONOMI JADI MENINGKAT”. Padahal, tulisan pihak pondok Jember tersebut sebenarnya hanya terkait dengan kondisi khusus yang dialami oleh Pondok Jember pada saat Hari Raya Qurban tahun 2020 yang murni berisi kesimpulan dan pernyataan dari Danramil Kecamatan Sumbersari, di mana Pondok tersebut berlokasi. Inti dari tulisan tersebut adalah bahwa jumlah sapi Qurban pada tahun awal terjadinya wabah Covid-19 ternyata meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Namun, dengan sifat Ghaughaiyyun (para provokator) yang sering salah kaprah, entah karena enggan untuk memahami dengan baik sehingga mengabaikan ta’anni dan tatsabbut, atau mungkin memang dengan sengaja salah kaprah, mereka memutarbalikkan fakta dan menciptakan informasi hoax dengan menyebarkan tuduhan dusta yang bertujuan menggiring opini salafiyin terhadap anggapan bahwa Pondok Jember telah melakukan penyelisihan terhadap pemerintah dan menyebarkan berita hoax.
Ternyata, 4 hari sebelumnya tepatnya pada tanggal 9 Agustus 2020, postingan sejenis juga telah diposting oleh Ustadz Ahmad Khadim hafizhahullah ke sebuah grup Whatsapp khusus asatidzah yang bernama “al-Qalam” tanpa menyebutkan penulisnya.
Singkatnya, dalam tulisan ini kami tidak berfokus pada isi artikel yang diposting oleh Ustadz Ahmad Khadim, kalau tanggapan tentang isinya yang penuh provokasi semoga kami bisa segera menampilkannya.
Namun, yang menjadi pertanyaan besar adalah bagaimana mungkin dua postingan dengan konten sejenis muncul dalam waktu yang berdekatan dengan kemiripan judul, kesamaan kata kunci dan link referensi jika bukan karena adanya keterkaitan? Siapa yang memberikan postingan tersebut kepada Ustadz Ahmad Khadim?

➖➖➖➖➖
✅ Channel telegram Meluruskan Tuduhan
🔗 https://t.me/meluruskantuduhan